GuidePedia

6
Rekayasa hutang oleh Oknum pegawai BPR Kediri Jawa Timur (16 Agustus 2013)

Saya Mujianto, Pegawai salah satu BPR di Kediri, Jawa timur

Saya bermaksud menyampaikan keluhan salah satu nasabah akibat dari penggelapan atau kecurangan yang di lakukan salah satu teman kami inisial SP (sekarang telah di keluarkan). Karena perbuatan SP, Nasabah bernama Katijah (beralamat Ds Bulu, Semen, Kediri) yang awal mulanya hanya mempunyai hutang sebesar Rp 2.0000.000,- , sekarang tercatat memiliki hutang sebesar Rp 12.000.000,-. Kerena di rekayasa oleh SP, dari hal tersebut SP menikmati Rp 10.000.000,-.

Kejadian berlarut-larut dan belum ada penyelesaian dari BPR terkait atau SP. Setahu saya karena BPR merasa di rugikan oleh SP dan sementara SP berusah mengelak, BPR berusah menekan Katijah untuk menutup Hutang Rp 12.000.000,-.

Saya melaporakan ini demi rasa keadilan dan kemanusian, Background Katijah yang tak mengerti birokrasi hukum hanya pasrah dan mengiyakan saran-saran BPR yang terkadang di rasa kurang menguntungkan bagi Katijah. Disamping itu Anak menantu Katijah habis di operasi perutnya dan itu mengahbiskan cukup besar, yang seharusnya anak menantu katijah bisa berusaha menangani kasus ini sekarang sulit untuk menyelesaikan karena kondisi sakitnya.

Semoga Anda Menjadi Malaikat Penolong
Mujianto



KOMNAS LKPI
Untuk masalah yg bapak adukan mengenai tindakan dari oknum BPR terkait dugaan penggelapan/kecurangan oknum BPR, kemungkinan kasus tersebut adalah rekayasa hutang memanipulasi data rekening nasabah dan bukan penggelapan, agar pengaduan dapat kami tindaklanjuti segera bapak kirimkan kronologi dari nasabah tersebut secara jelas dari awal disertai data/bukti transaksi yang ada (Fc ktp, perjanjian hutang, bukti angsuran, juga data tertulis dari BPR apapun yg telah diberikan ke nasabah), bisa dikirim via pos atau email disertai nomor telepon yg bs dihubungi.

                                                                                                                                                                   


Penipuan Halus Toko Imperium di Kapas Krampung Plaza Surabaya (3 JunI 2013)


Hilda putri maulidiyah, Surabaya:
nama saya Hilda putri maulidiyah umur 20 tahun. saya ada masalah dengan pembelian yang saya lakukan beberapa waktu lalu. pada tanggal 10 mei 2013 saya berjalan di Kapas Krampung Plaza Surabaya.

saat naik eskalator ke lantai dua saya disodori selebaran semacam brosur dan saya pun segera menerima dan pergi saja. namun saya dihadang pramuniaga yang memberikan brosur itu lalu langsung saja dia menarik brosur saya dan mengatakan bahwa disana ada nomor undian yang bisa dicocokkan. ia pun langsung menarik rekatan yang menutupi nomer undian dengan tangannya sendiri dan menyuruh saya untuk menyocokkannya dengan nomor-nomor yang sebelumnya telah ada di sebelah kanan brosur itu. dia berkata bila tidak beruntung saya akan mendapat hadiah kado yang dia bawa. ternyata saya 'beruntung'. saya pun ditarik masuk ke tokonya IMPERIUM yang menjual alat-alat elektronik dan kesehatan seperti yang dijual di Innovation Store.

saya benar-benar terburu-buru sehingga tidak mencermati dengan teliti apa ini penipuan atau tidak. dia berkata, IMPERIUM baru buka dan hendak menarik minat konsumen dengan produk-produk yang diberikan oleh sponsornya. ia menawarkan hadiah utama dari sponsor yang hanya dijual dengan harga 25%-35% dari harga aslinya. dia berkata, saya telah memenangkan salah satu hadiah hiburan seperti setrika, magic jar, televisi, dsb sejumlah 9 item. namun, saya masih mendapat 'bonus' berupa hadiah utama dari sponsor tersebut yang nilainya jauh lebih besar. dia berkata, hadiah hiburan sudah pasti menjadi milik saya. dan ia berkata saya harus mengambil kupon undian yang sudah ia sediakan untuk mendapat hadiah utamanya. sebelum itu ia berkata saya harus menjawab tebak-tebakkan dia terlebih dahulu. "Rumah apa yang paling indah?", saya pikir aneh sekali pertanyaannya.

singkat kata saya salah menjawab dan saya pun masih bisa mengambil kupon undian dengan memilih setengah dari sisa produk yang ada. alhasil saya HARUS memilih 4 item atau saya tidak mendapat apapun sama sekali. sebelum memilih saya dijelaskan tentang INDUCTION COOKER yang masuk dalam 4 item yang saya pilih. anehnya, setelah itu saya diharuskan menaruh minim Rp200ribu, untuk bisa mengambil kupon. anehnya saya lagi-lagi 'beruntung' dan mendapat INDUCTION COOKER. kebetulan yang sangat janggal. mau tak mau uang saya Rp200ribu hilang, dianggap sebagai DP. harga awal produk yang saya dapatkan itu Rp4.699.000 dan saya hanya harus membayar sebesar Rp1.144.650 kapan pun saya bisa melunasinya. mereka bilang saya bisa pulang. saya bingung, mana hadiah hiburan yang mereka bilang bisa saya dapatkan? saya baru bisa membawanya setelah semua lunas tanpa ada jaminan apa pun. tentu saja saya minta jaminan. mereka berkata bila saya memberi lagi Rp300ribu baru saya mendapat jaminan. saya pun membayar lagi dan menerima jaminan berupa Natasya Slimmingsuit yang tidak saya butuhkan. namun saya bawa juga daripada tak ada jaminan apa pun. belakangan baru saya sadari kalau jaminan itu tak bersegel dan isinya pun berwarna coklat bukan berwarna krem muda, warna yang casual seperti yang terdapat di gambar. pola bajunya pun berbeda. saya merasa ditipu. saya pikir harganya tentu tidak sampai Rp500rb. mereka memperbolehkan saya menggunakannya. dan saya harus mengembalikannya dengan wadah yang belum rusak saat saya sudah bisa membayar lunas INDUCTION COOKER yang saya 'menangkan'.

lalu, apakah saya masih bisa menuntut pengembalian uang saya? menurut keterangan security yang ada disana, hampir setiap hari ada saja yang tertipu dan menuntut pengembalian sampai membawa polisi. namun mengapa bisnis semacam ini masih saja dibiarkan?

menurut LKPI apa yang harus saya lakukan? pembayaran saya masih kurang Rp1.144.650, namun saya ragu untuk melunasinya. mohon bantuannya. saya benar-benar terbebani secara psikis sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan saya. uang itu besar sekali nilainya. apalagi saya mengalami kekhawatiran bila sewaktu-waktu IMPERIUM itu pindah tanpa memberi informasi. meskipun hadiah yang dijanjikan bisa diambil kapan saja, tapi tidak ada jaminan usaha yang bersangkutan bisa berdiri di tempat yang sama seperti sekarang ia mebuka gerai.



KOMNAS LKPI:

Permasalahan yang telah menimpa anda menurut pantauan kami itu murni penipuan dan kami yakin itu sudah dilakukan secara kolektif. Baik ada kerjasama dengan pengelola plaza maupun oknum terkait diplaza tersebut, permasalahan anda telah kami disposisikan pada Komnas Lkpi di surabaya agar segera diinvestigasikan supaya tidak terjadi korban yang lainnya. Terima Kasih salam KOMNAS LKPI.



Hilda putri maulidiyah, Surabaya:
Terima Kasih atas tanggapan pihak LKPI yang sangat membantu saya. Beberapa waktu lalu saya sempat datang ke toko tersebut untuk meminta penjelasan masalah keaslian barang yang saya terima. Saya juga berkeras untuk melihat SIUP atau fotocopynya. namun penanggungjawab toko tersebut mengatakan bahwa SIUP-nya dipegang oleh pemilik usaha yang ada di Kalimantan. Dan uang saya juga tidak bisa kembali. barang yang saya terima sebagai jaminan dikatakan bahwa memang tidak bersegel dari awal. saya mencoba meminta menukar item barang serupa dengan warna hitam yang menurut saya lebih sulit untuk dipalsukan, namun yang bersangkutan mengatakan tidak ada stok warna hitam. akhirnya, saya mengalah dan tidak mau ribut. bahkan saya ditawari untuk menukar barang jaminan saya dengan yang baru sebagai bukti dari toko bahwa barang tersebut memang asli. pihak toko meyakinkan saya bahwa toko tersebut akan tetap ada disana selama dua tahun mendatang, karena pihak plaza juga memberi batas minimum sewa tempat selama 2 tahun. saya juga menerima setrika yang merupakan hadiah hiburan yang awalnya bisa saya terima cuma-cuma. namun tetap saja barang jaminan itu mangkrak dirumah.

pemilik toko menambahkan jaminan yang saya terima itu seharga 600rbu. nilainya seratus ribu lebih besar daripada uang yang sudah saya bayarkan sebagai DP. sejujurnya, saat itu saya agak tenang mengetahui bahwa saya masih diuntungkan. sampai pihak LKPI membalas e-mail saya dan mengatakan itu murni penipuan, saya jadi resah lagi. di lantai bawah plaza yang sama juga terdapat stand serupa. beberapa hari setelah saya mendapat undian di toko Imperium, saya juga mendapat selebaran yang sama di lantai bawah dan hampir mirip mekanismenya. hanya saja saya tidak diharuskan memilih setengah dari item hadiah utama yang ditawarkan. namun, saya sudah merasa kapok dan tidak menggubrisnya meskipun undian kali ini terlihat lebih fair. kali terakhir saya kesana, jumlah bisnis yang sama semakin banyak saja di plaza tersebut. semoga pihak plaza tidak turut andil dalam hal ini seperti yang LKPI katakan.




Post a Comment

  1. Assalamualaikum, Mohon maaf sebelumnya apa yang dialami Nona Hilda juga saya alami kemarin malam tepatnya di Ramayana Sidoarjo - Jawa Timur

    ReplyDelete
  2. MOhon Pihak LKPI semakin sigap dan menindak lanjuti bisnis yang merugikan masyarakat ini. saya pun Juga DP 500 Ribu. Apabila butuh info lebih lanjut bisa Contact 0856.4517.8589

    ReplyDelete
  3. Maaf apa kasus toko Imperium ini sudah ditindaklanjuti? Saya mengalami hal yang sama persis dengan Mbak Hilda tadi siang di Kapas Krampung Plaza Surabaya.

    ReplyDelete
  4. Saya juga kmrn siang mengalami penipuan ini.. Mohon utk ditindak lanjutin, krn sangat meresahkan. Saya jga khawatir data saya disalahgunakan.. Terima kasih

    ReplyDelete
  5. Maaf sebelumnya. Apakah kasus imperium ini murni adalah kasus penipuan. Apabila memang murni kasus penipuan tolong kepada KOMNAS LKPI agar segera di tindak lanjuti karena saya semalam juga mengalami hal yg sama di mall hypermart balikpapan

    ReplyDelete
  6. novia romadhona22 July 2014 at 23:20

    maaf sebelumx ko kejadianx sama persis yg saya ma suami alami dan dtempat yg sama kemarin sabtu tanggal 19 juli 2014 mohon ditindak lanjutin biar tidak ada korban selanjutx

    ReplyDelete

Komentar anda kami tunggu agar kami dapat memberikan edukasi dalam pengembangan hukum saat ini.

 
Top